Masyaallah..Rela Sisihkan Gaji Tiap Bulan, Polisi Ini Bangun Masjid di Tempat Prostitusi
Sebagian besar masyarakat sudah terlanjur memiliki stigma negatif terhadap aparat kepolisian karena adanya oknum-oknum nakal yang suka berulah, seperti pemerasan polisi di Bali yang belum lama ini viral.
Tapi ternyata, masih ada polisi yang berhati mulia seperti yang ada di Gorontalo ini. Polisi ini justru rela tiap bulan menyisihkan gajinya untuk membangun masjid. Ia adalah Bripka Suparno Hamza, yang betugas di Polres Gorontalo.
Dari tabungannya itu, Bripka Suparno kini berhasil membangun sebuah masjid di Desa Pangadaa, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo. Masjid ini unik, lantaran semua bagiannya terbuat dari material bambu.
Berikut kisah Bripka Suparno selengkapnya, dilansir dari Liputan6.com.
1 dari 5 halaman
Dibangun di Area Prostitusi
Diberi nama An Nur, tempat dibangunnya masjid hasil jerih payahnya itu ternyata punya latar belakang cerita yang kelam, karena berdiri di area bekas prostitusi.
Di tangan Suparno, semua berubah total. Masyarakat sekitar yang dulunya penghuni hiburan malam kini jadi jemaah masjid bambu itu. Bahkan saat pembangunan, mereka bergotong royong membantu Bripka Suparno.
"Dulunya ini tempat maksiat, akhirnya saya cari cara bagaimana hiburan malam itu berhenti beroperasi. Pokonya dulu semua ada, mulai dari miras, karaoke, judi hingga prostitusi" katanya.
2 dari 5 halaman
Awalnya Ingin Membangun Rumah
Sebelum membangun masjid, Bripka Suparno bersama keluarga membeli sebidang tanah yang sangat dekat dengan tempat hiburan malam itu. Tanah itu lantas rencananya akan dibangun rumahnya.
Namun karena mengingat itu dekat dengan tempat hiburan malam, Ia kemudian berubah pikiran, karena Ia tak ingin keluarganya tidak nyaman saat tinggal di situ.
Akhirnya muncul niatnya untuk membangun sebuah tempat ibadah. Kebetulan tepat di depan rumahnya, ada sebuah lahan kosong milik pemerintah setempat.
"Saya kemudian meminta izin kepada pemerintah setempat bagaimana lokasi itu saya bangunkan masjid. Agar mereka hengkang dari situ," ujarnya.
3 dari 5 halaman
Menyisihkan Gajinya
Setelah mendapat izin istri, Ia akhirnya menyisihkan sebagian gajinya sebagai anggota Polri untuk membeli bahan-bahan untuk membangun masjid.
Rupanya, perjuangan Bripka Suparno membangun masjid itu lambat laun mendapat dukungan dari warga setempat, termasuk simpati dari anak-anak muda tadi yang dulunya doyan pesta miras. Mereka bahu-membahu membangun masjid bambu itu.
4 dari 5 halaman
Warga Sekitar Mulai Bisa Membaca Al-Qur'an dan Sholat 5 Waktu
Tahun 2019 Masjid An Nur selesai dibangun. Lengkap dengan gazebo bambu yang difungsikan sebagai Taman Pengajian Al-Qur'an (TPA).
Niat dan usahanya yang mulia itu pun berbuah manis. Setelah 8 bulan ini, sejumlah warga yang dulunya tidak bisa membaca Al-Qur'an malah kini sudah menjadi imam sholat 5 waktu di masjid bambu itu.
"Alhamdulillah niatan itu terwujud, mereka, warga sekitar banyak yang sudah paham mengaji dan rajin salat lima waktu," ungkapnya.
5 dari 5 halaman
Tak Ada Lagi Warung Remang-remang yang Buka
Mulai tidak nyaman dengan dibangunya masjid dekat tempat hiburan malam, satu per satu warung remang-remang di daerah itu mulai tutup.
Hingga kini tidak ada lagi satupun warung remang-remang yang lagi buka di tempat itu.
"Anak-anak muda di sini sekarang aktivitasnya mulai berubah," pungkasnya.

0 Response to "Masyaallah..Rela Sisihkan Gaji Tiap Bulan, Polisi Ini Bangun Masjid di Tempat Prostitusi"
Posting Komentar